Ahlussunnah Search Engine :

Loading

Saturday, February 5, 2011

Tahzir dan pengenalan secara singkat



TAHZIR
Maknanya untuk diri sendiri adalah :
1.Takut QS.Annur 63
2.Menakut-nakuti,memperingatkan seperti rambu AWAS LISTRIK TEGANGAN TINGGI.

Makna Tahzir terhadap orang lain:
Imam ahmad yang mentahzir (memperingatkan) para pengikutnya dan penuntut ilmu utk tidak taqlid kepadanya.
QS.Al maidah 49 "Hendaklah kamu menghukumi mereka dg Alquran dan jangan mengikuti hawa nafsu mereka."


Jadi janganlah menghukum orang lain hanya karena mereka tidak sependapat denganmu.
Juga diambil kesimpulan dari tahzir (peringatan)Allah kepada Rasulnya bahwa orang yang ditahzir belum tentu telahmelakukan kesalahan.Karena Rasulullah tidak berbuat menghukum dengan hawa nafsu tapi denganAlquran.Sekedar di ingatkan.
QS.At taghobun 14 :"hai orang-orang yang beriman sesungguhnya sebagian istrimu dan anak2mu adalah musuh bagimu,akan memusuhi kamu,hati-hati terhadap mereka.."apakah mereka harus kita tinggalkan?dijauhi?tidak..tapi kita diminta waspada,berhati-hati,minta ampunan bagi mereka kpd Allah.
Jadi makna tahzir tidak harus menjauhi (baik perbuatan atau orangnya),dan juga gak harus terwujud saat itu juga.
Tahzir bisa diartikan sebagai "NASEHAT YANG DISERTAI ANCAMAN"

Kenapa Harus Tahzir ?
1.Karena bila kesalahan orang tidak diingatkan akan salah,sesat dan menyesatkan.
2.Bila tidak tau orang tersebut akan terus melakukan kesalahan serupa dan tetap pada kesesatannya.
3.Karena demikianlah yang diperintahkan Allah dan RasulNya.sebagai mana juga Rasulullah mentahzir(menasehati)keluarganya,sahabatnya.

Kaidah dalam mentahzir :
1.Lihat dulu siapa yang ditahzir.Anak kecil yang belum tau hukum mentahzir orang tuanya?para sahabat tahzir Rasulullah?
2.Lihat dulu maslahat dan mudhorat yang akan ditimbulkan.Rasulullah mentahzir 3 orang sahabat karena mengetahui atas izin Allah bahwa mereka akan rujuk.

Kapan diterapkan Tahzir :
-Kalau ada maslahat didalamnya.Kalau ada maslahat tapi juga terdapat mudhorot yang lebih besar maka tidak boleh dilakukan.Dikisahkan tentang Syaikhul islam ibnu taimiyyah ketika bersama muridnya melewati bangsa Tar tar yang sedang mabuk,muridnya bertanya "kenapa tidak ditahzir/diperingatkan wahai syeikh?"
Syaikhul islam dengan kefaqihannya menjawab,"Allah melarang minum khamr karena menghalangi dia dari shalat (karena orang mabuk tidak sah shalat),tapi mereka ini minum khamr untuk membendung dirinya dari maksiat(meskipun niat mereka tidak begitu.edit),tidak membunuh,mencuri,memperkosa."Jadi bangsa tar tar tadi di biarkan oleh syaikhul islam.Karena bila mabuk mudhorotnya untuk mereka sendiri sedangkan bila kita peringatkan mereka maka bahaya nya adalah berdampak kepada orang lain.

Syarat dibolehkannya tahzir :

1.Harus mengetahui orang yang ditahzir dengan pengetahuan yang nyata ketika mendapat berita tidak langsung di tindaki tapi harus di cek periksa.apa sebabnya?sampai kapan ditahzir?
"hai orang-orang yang beriman apabila datang kepadamu orang fasiq membawa berita maka selidikilah dulu.."Al hujurat 6.
Jadi tidak ada istilah tahzir berantai yang sekarang marak dilakukan mereka yang bodoh.
Mereka mentahzir pula orang yang tak mau mengikuti mereka dalam mentahzir orang yang telah mereka tahzir,dengan alasan "berarti kalian loyal,setuju terhadap mereka.."
Kita katakan "kalian yang mengetahui si A yang berhak untuk ditahzir,sedang saya tidak tahu apa sebab mereka ditahzir?wong saya tidak tahu permasalahannya."
Mereka berdalil :"wah..tapi kita banyak data dan buktinya"
kita jawab ;"Hanya kalian yang mendata yang tau datanya,hanya kalian yang membuktikan yang tau buktinya,dan pembelaan mereka apakah udah iqomatul hujjah dari kalian?apakah kalian menasehati mereka sebelum mentahzir dan mendengarkan hujjah dari mereka yang melakukan kesalahan tersebut,sebabnya,sengaja atau terpaksa,dll?atau itu hanya kekeliruan mereka sebagai mana bani adam selalu banyak kesalahan?lalu setelah dinasehati apakah mereka menerima,bertobat?setelah semua itu benar dilakukan tetap saja itu iqomatul hujjah kalian,bukan saya..dan ini masalah besar saya tidak mau hanya cuma ikut-ikutan dalam masalah yang saya tidak tahu menahu di dalamnya."

2.Iqomatul Hujjah.Menyampaikan dalil dan haq kepada yang mau ditahzir,menasehati dulu,karena Allah tidak menghukum suatu kaum yang sesat sebelum mengutus Nabi dan Rasul kepada mereka. Dan orang-orang yang melakukan kesalahan ini berbeda-beda,ada yang buta ilmu sama sekali tidak mengetahui tentang Tauhid,Syirik,Bid'ah,Maksiat,apakah mereka ini yang kita tahzir?tidak kan.Ibarat orang yang buta berjalan nubruk sana nubruk sini apakah kita marahi kita tahzir.tidak tapi justru harus kita bimbing kita tuntun dengan baik dan lembut.dalil "Fa'lam annaHu Laa ilaa Ha illallaH" QS.Muhammad 19 artinya"ketahuilah,ilmuilah,..."

3.Permasalahan yang ditahzir bukanlah permasalahan yang para ulama berbeda pendapat tentang hal itu.Seperti menJahrkan atau mensirrkan bismillah,sedekap setelah iktidal,qunut subuh dll.

4.Tidak dalam masalah yang dipaksa.Dalil perbuatan Amr bin Yasir yang dipaksa oleh orang musyrik untuk mengucapkan kalimat kufur.An Nahl 106."Barang siapa yang kafir setelah beriman..kecuali mereka yang dipaksa sedang hatinya masih penuh dengan iman.."
Bila masih hidup,datangi,tanya,dan dengarkan hujjah dia.
Bagaimana bila telah wafat?Kita lihat apakah para ulama sepakat mentahzir?seperti kesesatan syi'ah,khawarij,jahmiyah,kita juga tahzir.Tetapi bila kita tidak tahu menahu maka tidak boleh mentahzir.

5.orang yang mentahzir adalah orang yang berilmu.
Fatwa dari syaikh abdul mukhsin bapak dari prof.dr.abdurrozaq
ketika ditanya bila guru kita mentahzir si A apakah kita selaku murid juga harus mentahzir.
"tidak boleh semuanya diterima tahzir tersebut (yakni kita harus dulu mengetahui dengan jelas apakah si A tersebut memenuhi syarat untuk di tahzir) kecuali tahzir yang keluar dari 2 syeikh yaitu syeikh bin baz dan syeikh utsaimin kemungkinan boleh diterima tahzirnya.Adapun dari orang selain mereka berdua tidak boleh kita terima begitu saja."
Atas perkataan beliau ini yang dibaca oleh seluruh ulama dunia tapi tidak ada satu pun yang menyangkal.
Mengapa beliau begitu percaya kepada 2 syeikh ini?karene 2 orang ini adalah syeikh2 yang mahsyur dalam keilmuannya.
Contoh : ahli hadits 1 bilang rawi A tsiqah tapi ahli hadits 2 bilang rawi A lemah.Kita perhatikan bahwa ahli hadits 1 tidak mentahzir ahli hadits 2 begitu pula sebaliknya.Dan memang tidak ada tahzir-tahziran antara sesama ulama sunnah.Kalo ulama sunnah ditahzir oleh ahlul bid'ah maka wajar sebagaimana juga dakwah Rasulullah,dan para imam terdahulu sampai sekarang.Tapi Ulama kita yang lain membelanya.

6.Orang yang mentahzir harus mengenal dan memahami sunnah dan bid'ah,apakah ahli bid'ah,ahli maksiat,dll.
Syeikh Albani memberikan syarat disebut mubtadi :
1.Orang ini bukan ahli ijtihad,tapi semata mengikuti hawa nafsu.Bukan pula orang awam yang tidak mengetahui lalu melakukan bid'ah,mengikuti ahli bid'ah tidak boleh di tahzir.
2.Hendaknya memang kebiasaannya memang menambah-nambah,membuat perkara baru dalam agama.Kebanyakan mengamalkan mengajarkan bid'ah dari pada sunnah.Tidak boleh karena keliru,lupa,khilaf ditahzir tapi di maklumi,dinasehati.
Nasehat beliau Rahimahullah "Hendaknya orang muslim memiliki kewajiban apabila melihat orang alim,da'i,atau ulama keliru diingatkan dan dinasehati dulu dengan diam-diam bukan diungkap ditengah mimbar,sekalipun orang yang diungkap keburukannya tidak marah dan kalo kelirunya disatu tempat ya diperbaiki ditempat ini jangan dibaw-bawa ketempat lain,dg cara yang lembut.Tapi kalo kesalahannya secara umum,yaitu salahnya banyak sini salah situ salah maka boleh di nasehati secara umum.

7.Tidak boleh mentahzir orang yang berilmu dan punya banyak kebaikan,krn berarti kita membuang kebaikan-kebaikannya hanya karena kesalahan yang sedikit.
Para Tabi'in tidak mentahzir sahabat.Sahabat tidak mentahzir Rasulullah.Mengapa?Karena Allah menutupi kekurangn dg kebaikan2 orang tersebut.Kalo Allah menutupinya kenapa kita mau membuka-bukanya?mengabarkannya?
Tidak lah seseorang itu sempurna tidak ada kesalahannya tanpa cacat keliru,tapi ada manusia yang tidak layak untuk disebut kesalahannya.Sebagaimana Allah tidak menyebutkan keburukan para sahabat bahkan kebaikan dan keutamaan mereka yang Allah sering firman kan dalam Al qur an.tertutup sedikit kesalahan dengan banyaknya kebaikannya.Tapi bila kebalikan yaitu seperti ahli bid'ah,ahli maksiat.boleh kita terapkan tahzir ini sekedar mengingatkan masyarakat.Kalau kita mentahzir para ulama yang banyak kebaikannya lalu dari siapa kita menuntut ilmu nantinya?apakah dari orang-orang jahil???!

Imam Adz dzahabi berkata :"Ulama2 besar apabila banyak kebenarannya dan dikenal selalu berusaha untuk mencari kebenarannya,dan dikenal selalu berusaha untuk mencari kebenaran (menelaah kitab,tafsir,fiqih,dll) dan luas ilmunya dan nampak kecerdasannya,dan dikenal kebaikannya dan zuhudnya dan mengikuti sunnah rasul diampuni oleh Allah ketergelincirannya,salahnya."
Kita tidak boleh mengatakan dia tersesat,mentahzir dia didepan orang banyak ,tidak boleh melupakan kebaikannya (Ibarat orang yang sudah jalan hati-hati,pelan-pelan,tapi masih terpeleset,kita maafkan ,karena setiap orang berdosa dan sebaik-baiknya adalah yang bertaubat.)
Hidup orang itu dilihat pada akhirnya,karena boleh jadi dia tobat diakhir hidupnya,atau justru dia murtad.Dan satu hal,kita tidak boleh ikuti khilaf dia tadi,bid'ah dia,salah dia,tanpa mentahzirnya.Justru sesama mukmin harus saling mendoakan.

8.Orang harus waspada janga sampai memfitnah manusia,tapi mengislah.
"Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjelekan suatu kaum,karena bisa jadi orang diejek lebih baik dari yang mengejek." (QS.Al Hujurat)
fatwa syeikh bin baz :"Telah tersebar di zaman ini banyak orang-orang merasa berilmu dan berdakwah pada kebaikan,banyak mereka itu mencela kehormatan sebagian besar saudara-saudaranya sendiri dan para da'i yang masyhur,dan mengata-ngatai,menjelek-jelekan orang menuntut ilmu,para dai,orang yang memberikan nasehat,mereka lakukan itu dalam mejelis-majelis mereka.Kadangkala kekeliruan ini direkam lalu disebarkan kadangkala mereka ini menyebarkan muhadaroh mereka di mesjid-mesjiid,dan cara semacam ini menyimpang dari Allah dan RasulNya.Ini banyak kekeliruannya antara lain:
1.melukai hak-hak orang mukmin ( karena diungkap kesalahannya didepan orang banyak)bahkan kadangkala mereka yang dicela adalah para penuntut ilmu,para dai yang giat mengerahkan tenaganya untuk menasehati orang,membetulkan manhaj mereka,lalu mereka inilah justru yang ditahzir.
2.Mereka ini merusak persatuan,merobek-robek persatuan kaum muslimin(mestinya dinasehati,bila dia ragu ajak ke yang lebih alim dg dasar bai bagi diri anda,dia,dan yang lain jadi bukan untuk memenangkan pendapat anda).
3.Bahwa amal-amal yang dilakukan oleh orang-orang ini dalam rangka menolong musuh-musuh Allah memecah belah kaum muslimin,menjadi senjata untuk memecah sunnah dihadapan yahudi,nasrani,orang-orang hizbi dan setan.
4.Fitnah ini merusak hati secara umum (sehingga membuat semua orang tahu dan berprasangka buruk kepada yang ditahzir) dan khusus (yaitu antar dai,antar orang yang berurusan)dan menyebarkan melariskan kebohongan dan kebatilan (ketika telah dengki maka akan menghalalkan kebohongan) padahal seharusnya kita husnuzon bukan suuzon.
5.sesungguhnya orang yang banyak bicara tentang ini yang dia sendiri tidak tau hakekatnya ini merupakan kerancuan yang setan telah meracuni dia.
6.sebagian urusan ijtihadiyah ulama atau penuntut ilmu di maklumi kesalahannya karena keterbatasan ilmu,tidak aib.

9.Yang mentahzir hendaknya tidak ada hubungan dengan orang yang ditahzir,tidak ada urusan pribadi,dan dendam atau sakit hati.Syeikh Utsaimin :"Orang-orang salafi adalah pengikut manhaj Rasulullah dan para Sahabat karena ulama salaf itu yang mendahului kita.Adapun diambilnya pemahaman salaf dengan cara khusus (cara sendiri) dan ngecap sesat orang lain yang tidak ikut paham dia,tidak diragukan lagi dia bukanlah salafi.Semua ulama salaf ngajak kepada islam,dan berpegang pada sunnah rasul,mereka tidak menyesatkan orang yang menyelisihi mereka karena salah penafsiran,salah paham,atau tidak tahu manhaj ini,tapi sebagian orang mengaku salafi banyak menganggap sesat orang2 selainnya karena tidak sepaham dengan manhajnya(pahamnya sendiri tadi)sekalipun haq ada pada orang yang menyelisihi tadi.Akhirnya orang menganggap salaf ini membuat sunnah paham aturan sendiri,dia mengelompok menjadi hizbi seperti orang lain berhizbi,artinya mereka tanpa sadar telah menjadi hizbi yang hendak membantai hizbi"
hal ini diperuntukan buat para ulama,dai,ustadz2,yang mudah mentabdi orang dengan cara dan pemahamannya sendiri.

10.Hendaknya orang yang mentahzir tidak mencari-cari,menyelidiki orang yang akan ditahzir,sengaja mengikuti orang tersebut,mencari celah kesalahannya,menghitung-hitungnya.Karena semua orang tak luput dari salah.
Syarat mutlak untuk dapat membedakan memahami kemungkaran :
1.Mengenal seluk beluk kemungkaran.
2.Melihat siapa yang berbuat mungkar,awamkah?orang bodohkah yang tidak tau hukum halal haram?
3.Melihat alasan mengapa dia berbuat mungkar,terpaksa atau dengan sukarela nafsu semata.
Rasulullah bersabda yang intinya kurang lebih,"Carilah kesalahan2mu lalu perbaiki,dengan begitu engkau tidak akan punya waktu untuk mencari dan menghitung kesalahan2 orang lain."
Syeikh Saleh Fauzan :"Diantara kerusakan pecah belah ini karena sebagian mereka sibuk mencari aib saudaranya,sibuk menggelari mereka,masing-masing ingin menang sendiri.Maka orang-orang hendaknya sibuk mencari aib sendiri dengan sibuk menuntut ilmu (yang menjadi jalan untuk kita mengetahui kesalahan kita,contoh :dalam kajian atau buku kita baca beberapa kesalahan dalam shalat yang masih kita lakukan karena kebodohan kita,nah kita perbaiki kesalahan tersebut)Tapi banyak orang menuntut ilmu tapi diwaktu lain dia sibuk mengatai orang,membahas aib orang di majelis2 dan perkumpulan mereka.Mereka menyesatkan orang.Tidak ada kesibukan selain mengatai orang."

Bersambung...insya Allah.
Dikaji dari audio Aunur Rafiq Ghufran - Kaidah dalam Mentahdzir yang dapat di download di kajian.net dengan sedikit editan

1 comment: